Rabu, Oktober 02, 2013

2007-2013


KEPASTIAN ITU ADALAH KETIDAKPASTIAN ITU SENDIRI


Kemarin dari hari ini aku mendapatkan 3 sms yang membuatku bahagia

- esemes pertama -
mbak hari ini jam 9 aku seminar pra pendadaran. 
Do'anya ya mbak, saling mendo'akan :)
(1 oktober 2013, 05:33)

- esemes kedua -
Assalamu'alaykum, mba insyaallah saya pendadaran bsk rabu jam 1 siang. 
mhn do'a untuk kelancaran, kemudahan, kebarokahan sidang skripsi saya.
terima kasih atas dukungan dan do'a selama ini :)
(1 oktober 2013, 07:33)

- esemes ketiga -
alhamdulillah nih mba, hari senin kemarin udah acc, sidang skripsiku 
terjadwal tgl 10 oktober 2013. Mohon maaf atas segala kesalahan, mohon diikhlaskan atas sgala kurang berkenan. mhn do'anya agar diberi kemudahan, kelancaran dan hasil terbaik. semoga do'anya berbalik pada yang mendo'akan. cups :*
(2 oktober 2013, 09:51)

Pada saat bersamaan DPS ku yang baik hati tiba tiba sms :

ass. bgmn kabar mu? skripsi siap ujian?
(1 oktober 2013 , 08:38)

Rasanya bahagia sekali mendengar kabar - kabar ini... menjadi penyengat tersendiri bagi saya. apalagi ketika sudah diduga sebagai "avis lulusan psikologi to? mau tanya ini tentang penyakit mythomaniac? (sms dr sahabat) " >,>

aamiiin

saatnya giliranku menjemput takdir ku tahun ini

bismillah, BISA!


#masih galau mau ke jakarta weekend ini, jadi ga ya? 
#di tengah rehat menunggu RAMEN (rapat manajemen)




Share:

Senin, September 23, 2013

cahaya ilmu

Menuntut ilmu bukan sekadar aktivitas mengikutikelas dan 'rutin' ter 'kurikulum', hadir di majlis taklim atau membaca buku,tetapi ia adalah ibadah yang meninggikan nilai dan derajat bagi pelakunya. Iatidak berakhir dengan berakhirnya aktivitas, ia juga bukan ujian yangterujikan; tetapi menuntut ilmu adalah mencari cahaya yang menunjukkan diripada AL HAQ. Ketinggian ilmu dan kecerdasan bukan ukuran datangnya cahaya itu.Tetapi amal yang tertata yang lepas dari semua hawa nafsu dan syahwat'menguasai' atau keberhakan dalam otoritas identitas: GURU / SANTRI / LEMBAGA.
Share:

Rabu, September 04, 2013

Kisah Jilbab Hati


beramal yang zahir dan batin,... jilbab adalah amalan yang d tampakkan ^^


Ada seorang wanita yang dikenal taat beribadah. Ia kadang menjalankan ibadah sunnah. Hanya satu kekurangannya. Ia tak mau berjilbab. Menutup auratnya. Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum dan menjawab, “Insyaallah.... Yang penting hati dulu yang berjilbab.” Sudah banyak orang yang menanyakannya maupun menasehatinya. Tapi jawabannya tetap sama.

Hingga suatu malam...
Ia bermimpi sedang di sebuah taman yang indah. Rumputnya sangat hijau. Berbagai macam bunga bermekaran. Ia bahkan bisa merasakan segarnya udara dan wanginya bunga. Sebuah sungai yang sangat jernih hingga airnya kelihatan, melintas di pinggir taman. Semilir angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya. Ia tidak sendiri. Ada beberapa wanita disitu yang terlihat juga menikmati keindahan taman. Ia pun menghampiri salah satu wanita. Wajahnya sangat bersih, seakan-akan memancarkan cahaya yang sangat lembut.
“Assalamu’alaik um saudariku.”
“Wa’alaikumsala m.. selamat datang, saudariku,,”
“Terimakasih. Apakah ini syurga?”
Wanita itu tersenyum. “Tentu saja bukan saudariku. Ini hanyalah tempat menunggu sebelum Syurga.” “Benarkah? Tak bisa kubayangkan seperti apa indahnya syurga jika tempat menunggunya saja sudah seindah ini..”
Wanita itu tersenyum lagi. “Amalan apa yang bisa membuatmu kemari saudariku?”
“Aku selalu menjaga waktu shalat dan aku menambahnya dengan ibadah sunnah.”
“Alhamdulillah. .”
Tiba-tiba jauh di ujung taman ia melihat sebuah pintu yang sangat indah. Pintu itu terbuka. dan ia melihat beberapa wanita yang berada di taman mulai memasukinya satu persatu.
“Ayo, kita ikuti mereka” kata wanita itu sambil setengah berlari.
“Apa dibalik pintu itu?” katanya sambil mengikuti wanita itu.
“Tentu saja syurga saudariku” larinya semakin cepat.
“Tunggu.. tunggu aku..” ia berlari namun tetap tertinggal.
Wanita itu hanya setengah berlari sambil tersenyum padanya. Ia tetap tak mampu mengejarnya. Meski ia sudah berlari. Ia lalu berteriak, “Amalan apa yang telah engkau lakukan hingga engkau begitu ringan?”
“Sama denganmu, saudariku” jawab wanita itu sambil tersenyum.
Wanita itu telah mencapai pintu. Sebelah kakinya telah melewati pintu. Sebelum wanita itu melewati pintu sepenuhnya, ia berteriak pada wanita itu, “Amalan apalagi yang kau lakaukan yang tidak aku lakukan?”
Wanita itu menatapnya dan tersenyum. Lalu berkata, “ Apakah kau tak memperhatikan dirimu apa yang membedakan dengan diriku?”
Ia sudah kehabisan nafas, tak mampu lagi menjawab.
“Apakah kau mengira Rabbmu akan mengijinkanmu masuk kesyurganya tanpa jilbab penutup auratmu?”

Tubuh wanita itu telah melewati pintu, tapi tiba-tiba kepalanya mengintip keluar memandangnya dan berkata, “Sungguh sangat disayangkan amalanmu tak mampu memebuatmu mengikutiku memasuki syurga ini. Maka kau tak akan pernah mendapatkan syurga ini untuk dirimu. Cukuplah syurga hanya sampai di hatimu karena niatmu adalah menghijabi hati.”

Ia tertegun.. lalu terbangun.. beristigfar lalu mengambil wudhu. Ia tunaikan shalat malam. Menangis dan menyesali perkataannya dulu.. berjanji pada Allah sejak saat itu ia akan menutup auratnya.

Semoga Bermanfaat .. bila tdk suka bilang ya ....
Copas => "Karena Berbagi itu Indah"
Share:

Jumat, Agustus 30, 2013

Minggu, Agustus 04, 2013

SURAT WASIAT



Umurku saat ini hampir 24 tahun, di usia perkembangan dewasa tengah ini sebagian besar orang sewajarnya memikirkan bagaimana mencari pasangan hidup, membentuk keluarga, beregenerasi dan hidup mandiri di lingkungan masyarakat, dsb.. karena memang begitulah sunnatullah yang akan berjalan.
Namun, ketika memikirkan bagaimana akan menikah sama halnya saya berpikir bagaimana maut itu akan menjemput. Dua hal ini memiliki persamaan : pasti datangnya tapi tidak tahu kapan. Betul?
Maka yang bisa kita lakukan adalah menyiapkan diri bertemu Sang Khalik dalam kondisi terbaik (khusnul khotimah.red). Menikah juga sama, amanah menggenapkan separuh dien bukanlah hal yng sembarang, jika dien kita telah disempurnakan pastinya lebih banyak amal yang kita tunaikan bukan hanya basa basi cinta membentuk peradaban. Jadi amanah itu pasti akan datang sendirinya, ketika kita siap memikul amanah Allah itu. Betul?
Kembali pada topik “surat wasiat”, saya hanya ingin berpesan bila sewaktu-waktu, masa saya telah habis, sementara masih ada hak saudara yang belum terpenuhi. Maka tolong bantu saya untuk memudahkan jalan menuju alam lain dengan lebih mudah, saya tidak mau berlama-lama di masa tenggang. Jadi bismillah...inilah pesan saya :
  1. Tolong rawat jasad saya, jangan biarkan aurat saya terlihat oleh orang yang bukan muhrim. Langsung saja laksanakan prosesi perawatan jenazah pada umumnya, dan menyiapkan lokasi peristirahat terakhir, tidak tempat khusus harus dimana, dan juga tidak harus menunggu saudara yang datang.   The sooner is better untuk dikebumikan. 
  2. Tolong ingatkan para pentakziah untuk ikut serta mensholati saya, karena itu sunnahnya, mohonkan do’a pada yang tidak bisa hadir di pemakaman saya.
  3. Tolong maafkan salah saya (terutama pada kedua orang tua dan adek3 saya dan keluarga besar serta teman-teman) saya dan mintakan maaf juga pada orang-orang yang sering berinteraksi dengan saya, teman – teman saya  mulai dari saya kecil sampai saat kematian saya itu.
  4. Tolong selesaikan juga muamalah saya saat itu (segala bentuk hutang piutang dan pinjaman barang). InsyaAllah saya tidak ada utang pribadi, jika ada tolong diingatkan atau diikhlaskan, sementara catatan keuangan lembaga dan kumpulan yang saya ikuti ada di notebook harian saya). Barang-barang yang bukan milik saya,  berada di “kotak peminjaman” di kamar saya di jogja, disana sudah ada keterangan milik siapa dan CP-nya, minta tolong dikembalikan kepada pemiliknya .
  5. Saya memiliki tabungan dan hak waris saya tuliskan atas nama adek saya Istata Luqman Adicahyono, pembagian waris silakan dibagi sesuai hukum Islam dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sementara tabungan “kencleng” saya bisa disedekahkan ke Palestina atau tempat lain yang lebih membutuhkan pada saat itu (silakan bisa dimusyawarahkan
  6. Barang-barang pribadi milik saya HP, LAPTOP, SEPEDA MOTOR, BUKU-BUKU dan barang-barang lainnya silakan dipakai atau dijual semoga bisa lebih bermanfaat, keputusannya silakan diambil dengan musyawarah keluarga.
  7. Bila saat saya meninggal itu saya belum jadi menerbitkan buku, minta tolong terbitkan buku karangan saya itu semua data ada laptop, silakan diberi tambahan sesuai dengan kebutuhan, semoga bisa menjadi amal jariyah saya dan yang membuat sampai hari kiamat nanti. Minta tolong berikan semua foto-foto saya beraktivitas saat hidup pada keluarga saya.
  8. Sekali lagi tolong ikhlaskan kepergian saya, maafkan kesalahan saya, dan do’akan selalu agar mendapat keridho’anNya. Semoga yang ditinggal bisa lebih sabar, dan tetap melanjutkan CITA nya hingga akhir hayat..
  9. Terakhir, saya mencintai kalian semua karena Allah, keluargaku di magelang Bapak, Mama, Luqman, Ical, mba Dwi, Mba Mira, Dimas, Budhe, Pakdhe, Bulek, Khusnul, Ridwan, Lutfi, Ilhan, Rehan, Radya, Rangga, Mas Tunggal, om yawan, mb nita, ambing, ili, dan Keluarga di kaliangkrik, Mbah ti, mak yat, pak dim, dek agis, mbak na, mba ika, pendi, candra, caca, rafa, tata, dava , mas sugi, mas dwi dan keluarga bani wiryo semoga semakin sejahtera.                                                  Teman teman avis dari kecil, teman sepermainan, cah SD 6, cah spenasa, cah rantja, drumband, pmr, cah Smansa, cah oSis, sibema, cah karisma, Komunika,  teman-teman liqo dari awal sampai saat ini, murobbi-murobbi avis, cah JS, cah forsalamm, cah pejuang 07, cah psikologi, cah kosan “wafa”, cah karang wuni, cah Asma Amanina, cah etos, cah FSLDK . semoga bisa istiqomah menggapai Jannah. Semoga kita bisa bersua kembali di SURGA... 
  10. Tetap jalin silaturahim dengan do’a .... sebagai ekspresi rindu ^^
Allahu’alam bishshawab

Tulisan Awal : 26 Ramadhan 1434 H
Share:

Masjid Kampus




MASKAM – salah satu tempat berlabuhku selama hidupku di kampus UGM ini . Menjadi saksi dari Ramadhan ke Ramadhan, menjadi tempat bertemu sahabat seperjuangan, bagaimana pertama kali mengenal dakwah, bagaimana tumbuh dalam tarbiyah, sampai tugas akhir kuliahku pun lebih menyenangkan dikerjakan di pelataran masjid ini. Maskam adalah SAKSI bisu, dan akan tetap membisu menjaga ke hikmahannya sepanjang masa.


Sebuat tweet dari Pak budi yang sangat menyentuh kalbu “Yang ringan melangkah menuju rumah Allah, akan ringan pula ketika kelak terpanggil menuju Allah(Dwi Budiyanto on twitter). Mana yang lebih terkait pada hati kita, berulang kali melihat HP untuk sekedar melihat apa ada notife yang muncul atau kah sinyal rumah Allah yang lebih kuat dalam kaitan hatiku.
Sebuah renungan di antara i’tikaf. Semoga Allah memberi kita umur panjang untuk bisa bersua kembali tahun depan. Ramadhan 1434H.//avicesun



Share:

Minggu, Juli 21, 2013

ramadhan oh ramadhan

gambar ini benar-benar mewakili diriku saat ini

panas dingin
tubuh menggigil
nyeri di punggung yang tiada habis
kepala terasa pening
terhujam dari belakang

aku suka hujan 
tapi tak pernah dapat bersahabat baik dengannya
atau ini hanyalah khayalanku belaka
efek dari psikosomastis tak ada ujung

aku hanya perlu bersabar sebentar lagi
begitulah pikirku
sebentar yang penuh prahara
sejenak yang butuh fokus
ketenangan...
keberanian...
kesabaran...
dan ketekunan....

Allah telah memberi janji
yang tak pernah Ia ingkari
seperti halnya 
menumbuhkan kembali
pohon pohon
yang layu

Menjadi perantara
dalam menumbuhkan kembali 
pohon yang layu
merawatnya kembali hingga
tumbuh sehat

rasanya
butuh banyak wadah kesabaran untuk
menampung keinginan
hingga ia 
kembali mekar pada waktunya

jangan biarkan kuncup itu layu sebelum berkembang

ya, saya juga mesti meneruskan
kembali apa yang sudah saya mulai
di psikologi
di etos
di qiro'aty
dlm perjuangan dakwah ini
semoga dapat mengakhirinya dengan indah.... 

#pastibisa!
















Share: