Tampilkan postingan dengan label JS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JS. Tampilkan semua postingan

Rabu, September 04, 2013

Kisah Jilbab Hati


beramal yang zahir dan batin,... jilbab adalah amalan yang d tampakkan ^^


Ada seorang wanita yang dikenal taat beribadah. Ia kadang menjalankan ibadah sunnah. Hanya satu kekurangannya. Ia tak mau berjilbab. Menutup auratnya. Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum dan menjawab, “Insyaallah.... Yang penting hati dulu yang berjilbab.” Sudah banyak orang yang menanyakannya maupun menasehatinya. Tapi jawabannya tetap sama.

Hingga suatu malam...
Ia bermimpi sedang di sebuah taman yang indah. Rumputnya sangat hijau. Berbagai macam bunga bermekaran. Ia bahkan bisa merasakan segarnya udara dan wanginya bunga. Sebuah sungai yang sangat jernih hingga airnya kelihatan, melintas di pinggir taman. Semilir angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya. Ia tidak sendiri. Ada beberapa wanita disitu yang terlihat juga menikmati keindahan taman. Ia pun menghampiri salah satu wanita. Wajahnya sangat bersih, seakan-akan memancarkan cahaya yang sangat lembut.
“Assalamu’alaik um saudariku.”
“Wa’alaikumsala m.. selamat datang, saudariku,,”
“Terimakasih. Apakah ini syurga?”
Wanita itu tersenyum. “Tentu saja bukan saudariku. Ini hanyalah tempat menunggu sebelum Syurga.” “Benarkah? Tak bisa kubayangkan seperti apa indahnya syurga jika tempat menunggunya saja sudah seindah ini..”
Wanita itu tersenyum lagi. “Amalan apa yang bisa membuatmu kemari saudariku?”
“Aku selalu menjaga waktu shalat dan aku menambahnya dengan ibadah sunnah.”
“Alhamdulillah. .”
Tiba-tiba jauh di ujung taman ia melihat sebuah pintu yang sangat indah. Pintu itu terbuka. dan ia melihat beberapa wanita yang berada di taman mulai memasukinya satu persatu.
“Ayo, kita ikuti mereka” kata wanita itu sambil setengah berlari.
“Apa dibalik pintu itu?” katanya sambil mengikuti wanita itu.
“Tentu saja syurga saudariku” larinya semakin cepat.
“Tunggu.. tunggu aku..” ia berlari namun tetap tertinggal.
Wanita itu hanya setengah berlari sambil tersenyum padanya. Ia tetap tak mampu mengejarnya. Meski ia sudah berlari. Ia lalu berteriak, “Amalan apa yang telah engkau lakukan hingga engkau begitu ringan?”
“Sama denganmu, saudariku” jawab wanita itu sambil tersenyum.
Wanita itu telah mencapai pintu. Sebelah kakinya telah melewati pintu. Sebelum wanita itu melewati pintu sepenuhnya, ia berteriak pada wanita itu, “Amalan apalagi yang kau lakaukan yang tidak aku lakukan?”
Wanita itu menatapnya dan tersenyum. Lalu berkata, “ Apakah kau tak memperhatikan dirimu apa yang membedakan dengan diriku?”
Ia sudah kehabisan nafas, tak mampu lagi menjawab.
“Apakah kau mengira Rabbmu akan mengijinkanmu masuk kesyurganya tanpa jilbab penutup auratmu?”

Tubuh wanita itu telah melewati pintu, tapi tiba-tiba kepalanya mengintip keluar memandangnya dan berkata, “Sungguh sangat disayangkan amalanmu tak mampu memebuatmu mengikutiku memasuki syurga ini. Maka kau tak akan pernah mendapatkan syurga ini untuk dirimu. Cukuplah syurga hanya sampai di hatimu karena niatmu adalah menghijabi hati.”

Ia tertegun.. lalu terbangun.. beristigfar lalu mengambil wudhu. Ia tunaikan shalat malam. Menangis dan menyesali perkataannya dulu.. berjanji pada Allah sejak saat itu ia akan menutup auratnya.

Semoga Bermanfaat .. bila tdk suka bilang ya ....
Copas => "Karena Berbagi itu Indah"
Share:

Minggu, Agustus 04, 2013

Masjid Kampus




MASKAM – salah satu tempat berlabuhku selama hidupku di kampus UGM ini . Menjadi saksi dari Ramadhan ke Ramadhan, menjadi tempat bertemu sahabat seperjuangan, bagaimana pertama kali mengenal dakwah, bagaimana tumbuh dalam tarbiyah, sampai tugas akhir kuliahku pun lebih menyenangkan dikerjakan di pelataran masjid ini. Maskam adalah SAKSI bisu, dan akan tetap membisu menjaga ke hikmahannya sepanjang masa.


Sebuat tweet dari Pak budi yang sangat menyentuh kalbu “Yang ringan melangkah menuju rumah Allah, akan ringan pula ketika kelak terpanggil menuju Allah(Dwi Budiyanto on twitter). Mana yang lebih terkait pada hati kita, berulang kali melihat HP untuk sekedar melihat apa ada notife yang muncul atau kah sinyal rumah Allah yang lebih kuat dalam kaitan hatiku.
Sebuah renungan di antara i’tikaf. Semoga Allah memberi kita umur panjang untuk bisa bersua kembali tahun depan. Ramadhan 1434H.//avicesun



Share:

Jumat, Januari 11, 2013

ANGIN MAMIRI


Sekali lagi, hari ini (11/1) ku me-rapat kembali di tanah angin mamiri, makasar.

Suasana bandara yang rame, angin sejuk yang berhembus,  tulisan BANDAR UDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN yang masih sama untuk tak membuat kami tergiur mengabadikan diri. Sungguh, angin perjuangan itu kembali berhembus, menerawang jauh pada kejadian sekitar 3 tahun lalu, desember tahun 2009.  Hmm,...  serasa baru saja terjadi kemarin.
Share: