Tampilkan postingan dengan label ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISLAM. Tampilkan semua postingan

Selasa, Juni 27, 2017

maaf, telah membuatmu jatuh cinta



Sesungguhnya...
bukan cantik yang menjadikan dia cinta
Tapi cinta yang membuat dia cantik rupa

Sesungguhnya...
Bukan lupa yang menjadikan dia tak ada
Tapi tak ada rasa yang membuat dia lupa

Sesungguhnya...
Bukan sakit yang menjadikan dia alpa
Tapi hati hampa yang membuat ia merana

Sesungguhnya...
Bukan dunia yang membuat dia bahagia
Tapi bahagia karena memahami dunia yang fana

Sesungguhnya...
Bukan akhirat itu tak ada
Tapi karena belum ada rasa percaya

Sesungguhnya...
Bukankah Tuhan itu ada
tapi mengapa kita tak merasa ?

Sesungguhnya...
Apa karena kita telah jatuh cinta
Pada dunia?


Salam,

Dunia

#sajakmalam #syawal #menggalimakna  #melawanlupa #longlifelearning #hastag #apaaja #cinta #pujangga #roman #hidup #kehidupan
Share:

Kamis, Mei 11, 2017

Kesalahan dalam menyambut Ramadhan

Tak terasa sebentar lagi kita akan memasuki bulan penuh berkah, bulan kemenangan, bulan berserekah, bulan penuh rahmat dan ampunan.dan juga bulannya AlQur'an. Ya, bulan suci Ramadhan akan segera datang.
Sekiranya saya sudah merasakan 14x bulan ramadhan semenjak saya baligh. Bila saya renungi belum seberapa yang saya lakukan untuk menyambut bulan ini. Sangat belum!
Oleh karena itu, izinkanlah saya untuk berbagi mengenai kesalahan-kesalahan yang tak boleh terulang saat menjelang ramadhan.
Beberapan kesalahan itu adalah sebagai berikut :
1) Terlambat start.
Seperti orang yang sedang berolahraga. Pastilah ada pemanasan terlebih dahulu agar badan tidak kaget dan olahraga pun optimal.
Jika para sahabat memulai lagi menyambut ramadhan itu di bulan syawal. (^O^)
Maka bisalah kita mencoba mengambil moment idul adha sebagai start, jika belum bisa ya di tahun baru hijriyah_ bulan Muharram sebagai moment "hijrah", jika belum bisa lagi di moment kelahiran Rasulullah, hmm.. belum bisa juga kita ambil tarhib Ramadhan saat Rajab atau saat moment isra' mi'raj, jikaa belum bisa juga maka kita HARUS menyiapkan saat ini 15 sya'ban adalah moment akhir kita start menyiapkan diri menyambut bulan ramadhan!!!
Maka mulai hari ini mari kita perbanyaklah ibadah sunnah, baca Al Qur'an lebih rajin, sedekah sedikit-sedikit tapi rutin, siapkan zakat di bulan ramadhan, dan juga puasa sunnah.
Pemanasan adalah kunci pertama keberhasilan kita. Jika belum panas dengan ibadah panas-panasilah diri kita dengan ilmu tentang keutamaan ramadhan itu sendiri.
2) Hijrah, mencari lingkungan
Sadar atau tidak lingkungan sangat mempengaruhi diri kita. Rasulullah pernah bersabda bahwa pribadi kita dapat dilihat dengan siapa kita berteman. Carilah obat hati dengan mencari kawan yang sholih/sholihah. Paling tidak dia mau mengingatkan kamu untuk ibadah, itu sudah cukup untuk saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran.
3) Olah raga dan menjaga makanan
Tetap bugar walaupun puasa. Saya terinspirasi teman saya yang dalam kesibukannya tetap menyempatkan diri lari pagi. Kebiasaannya masih saya coba terapkan (walaupun belum tiap hari =p) hehe.. gakpapalah ya...
Makanan selalu jaga yang halal dan pastikan halal. Perbanyak makan buah dan minum air putih. (Ini masih jd PR berat buat saya)
4) Sedekah
Banyak berbuat baik adalah sedekah, senyum adalah sedekah, membuat bahagia orang lain adalah sedekah. Sekiranya kita lagi bokek jangan tutup diri dengan tidak berbuat apa-apa.
Semoga dengan sedekah menjadi jalan kita untuk bersyukur pada Allah SWT.
5) berdoa guys
Semoga kita disampaikan ya di Bulan Ramadhan ini.
Semoga bermanfaat, jangan mengulang kesalahan yang sama ya :-)


Share:

Kamis, Agustus 11, 2016

Bagaimana mengajarkan anak mencintai al Qur’an?


Sebelum pertanyaan itu dapat dijawab, selayaknya kita mengajukan pertanyaan serupa pada diri kita (sebagai orangtua/guru/kakak): Apakah kita sudah mencintai al Qur’an?

 “The one who lack the thing can not give it to others”
Seseorang yang tidak memiliki motivasi/ghiroh/cinta pada Al Qur’an maka ia tidak akan mampu memberi pada orang lain. Bagaimana seseorang dapat mengajarkan cinta jika ia tidak mencintai, tidak tahu bagaimana cara mencintai, dan bagaimana sebaiknya menyampaikan cinta? lebih-lebih cinta ini bukan sembarang cinta tapi bukti cinta kepada Allah melalu kitab-Nya.

Orang yang hatinya terputus hubungan dengan Allah SWT,
bagaimana dia akan mampu menarik makhluk kepadaNya?
Peniaga yang tidak memiliki modal, bagaimana dia akan meraih keuntungan?
Seorang mu’allim (guru) yang tidak mengetahui silabusnya,
 bagaimana dia boleh mengajar kepada orang lain?
Dan orang yang tidak mampu (lemah) memimpin dirinya sendiri,
 bagaimana dia akan mampu untuk memimpin orang lain?
(Sumber: Makalah Imam Hasan Al-Banna)

Share:

Senin, Februari 02, 2015

Dauroh Fiqh #1





Gambar  Buku Mukoddimah Fiqh
 (cover suka-suka yang nge-print karena print e-book)

Jakarta - Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan ikut sebuah Dauroh 
(Training/Diklat) namanya “Dauroh Fiqh” bersama teman-teman Darush Shalihat (DS) 
VIII tanggal 17-27 Januari 2015 di Jakarta. Acara ini bekerjama dengan rumahfiqh
 (www.rumahfiqh.com) dan pembicaranya banyak dari pengisi website tersebut.

Banyak hikmah yang saya peroleh mulai dari awal proses sampai akhir dari 
perjalanan itu. Sayang bila tidak dituliskan ^^v. 
Saya akan menceritakan dari awal perjalanan… sok kita mulai ya… 

Share:

Rabu, Juli 02, 2014

Rabu, Maret 20, 2013

ISLAM MENDUNIA!


ISLAM adalah agama rahmatan lil ‘alamin. Mengatur urusan individu, masyarakat, negara bahkan dunia. Ustadz Hilman Rosyad pernah menyampaikan dalam twitternya @ustadzhilman tentang “Pentingkah dunia bagi kita umat Islam?” bahwa kita (muslim) mesti merebut kembali dunia ini dalam naungan Islam. Allah SWT tegaskan tugas kemanusiaan kita dalam QS 2:30 agar menjadi khalifah di dunia untuk merawatnya, mencegah kerusakan & merecovery-nya. Dan umat Islam paling bertanggung jawab atas kondisi dunia ini, dimana maksiat semakin meraja, dan dipimpim oleh kaum kuffar dan dzalim. Allah SWT juga mengutus Muhammad saw agar kita menjadi umat penabur kasih dan menjadi rahmat bagi semesta alam. Jika individu mengatur dirinya dengan Islam (baca taqwa : melaksanakan perintah dan meninggalkan laranganNya) dalam tingkah lakunya maka Islam akan menjadi rahmat pada dirinya. Jika Masyarakat mengatur urusannya dengan Islam maka Islam akan menjadi rahmat pada masyarakat tersebut. Begitupun juga Negara dan Masyarakat Dunia akan menerima rahmat penduduk negerinya jika urusan-urusan dunia tersebut berpanduan pada Islam. Jadi wujud rahmatan lil alamin itu merupakan proses Islamisasi dari individu sampai masyarakat dunia, jika saat ini belum tercapai, maka kewajiban kitalah untuk mewujudkannya.
Share: