Tampilkan postingan dengan label MY LIFE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MY LIFE. Tampilkan semua postingan

Selasa, Juni 27, 2017

maaf, telah membuatmu jatuh cinta



Sesungguhnya...
bukan cantik yang menjadikan dia cinta
Tapi cinta yang membuat dia cantik rupa

Sesungguhnya...
Bukan lupa yang menjadikan dia tak ada
Tapi tak ada rasa yang membuat dia lupa

Sesungguhnya...
Bukan sakit yang menjadikan dia alpa
Tapi hati hampa yang membuat ia merana

Sesungguhnya...
Bukan dunia yang membuat dia bahagia
Tapi bahagia karena memahami dunia yang fana

Sesungguhnya...
Bukan akhirat itu tak ada
Tapi karena belum ada rasa percaya

Sesungguhnya...
Bukankah Tuhan itu ada
tapi mengapa kita tak merasa ?

Sesungguhnya...
Apa karena kita telah jatuh cinta
Pada dunia?


Salam,

Dunia

#sajakmalam #syawal #menggalimakna  #melawanlupa #longlifelearning #hastag #apaaja #cinta #pujangga #roman #hidup #kehidupan
Share:

Kamis, Mei 11, 2017

Kesalahan dalam menyambut Ramadhan

Tak terasa sebentar lagi kita akan memasuki bulan penuh berkah, bulan kemenangan, bulan berserekah, bulan penuh rahmat dan ampunan.dan juga bulannya AlQur'an. Ya, bulan suci Ramadhan akan segera datang.
Sekiranya saya sudah merasakan 14x bulan ramadhan semenjak saya baligh. Bila saya renungi belum seberapa yang saya lakukan untuk menyambut bulan ini. Sangat belum!
Oleh karena itu, izinkanlah saya untuk berbagi mengenai kesalahan-kesalahan yang tak boleh terulang saat menjelang ramadhan.
Beberapan kesalahan itu adalah sebagai berikut :
1) Terlambat start.
Seperti orang yang sedang berolahraga. Pastilah ada pemanasan terlebih dahulu agar badan tidak kaget dan olahraga pun optimal.
Jika para sahabat memulai lagi menyambut ramadhan itu di bulan syawal. (^O^)
Maka bisalah kita mencoba mengambil moment idul adha sebagai start, jika belum bisa ya di tahun baru hijriyah_ bulan Muharram sebagai moment "hijrah", jika belum bisa lagi di moment kelahiran Rasulullah, hmm.. belum bisa juga kita ambil tarhib Ramadhan saat Rajab atau saat moment isra' mi'raj, jikaa belum bisa juga maka kita HARUS menyiapkan saat ini 15 sya'ban adalah moment akhir kita start menyiapkan diri menyambut bulan ramadhan!!!
Maka mulai hari ini mari kita perbanyaklah ibadah sunnah, baca Al Qur'an lebih rajin, sedekah sedikit-sedikit tapi rutin, siapkan zakat di bulan ramadhan, dan juga puasa sunnah.
Pemanasan adalah kunci pertama keberhasilan kita. Jika belum panas dengan ibadah panas-panasilah diri kita dengan ilmu tentang keutamaan ramadhan itu sendiri.
2) Hijrah, mencari lingkungan
Sadar atau tidak lingkungan sangat mempengaruhi diri kita. Rasulullah pernah bersabda bahwa pribadi kita dapat dilihat dengan siapa kita berteman. Carilah obat hati dengan mencari kawan yang sholih/sholihah. Paling tidak dia mau mengingatkan kamu untuk ibadah, itu sudah cukup untuk saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran.
3) Olah raga dan menjaga makanan
Tetap bugar walaupun puasa. Saya terinspirasi teman saya yang dalam kesibukannya tetap menyempatkan diri lari pagi. Kebiasaannya masih saya coba terapkan (walaupun belum tiap hari =p) hehe.. gakpapalah ya...
Makanan selalu jaga yang halal dan pastikan halal. Perbanyak makan buah dan minum air putih. (Ini masih jd PR berat buat saya)
4) Sedekah
Banyak berbuat baik adalah sedekah, senyum adalah sedekah, membuat bahagia orang lain adalah sedekah. Sekiranya kita lagi bokek jangan tutup diri dengan tidak berbuat apa-apa.
Semoga dengan sedekah menjadi jalan kita untuk bersyukur pada Allah SWT.
5) berdoa guys
Semoga kita disampaikan ya di Bulan Ramadhan ini.
Semoga bermanfaat, jangan mengulang kesalahan yang sama ya :-)


Share:

Jumat, Agustus 12, 2016

10 hari mencari sakura

Pacifico Yokohama

Alhamdulillah akhir bulan Juli lalu saya berkesempatan untuk mengunjungi negeri bunga sakura. Judulnya memang mencari bunga sakura, tapi mungkin belum rezekinya karena sewaktu saya disana masih musim panas awalan jadi baru mau tumbuh dan berbunga. Hmm… walaupun begitu jepang bukan hanya sekedar sakura ko… Biarkan saya berbagi pengalaman pertama saya ke luar negeri… hehe..

1.       Packing dan lalalala…
Pastikan segala berkas sudah siap, termasuk tiket, visa, passport, identitas, sejumlah uang yang telah ditukar sesuai negara yang dituju, catatan alamat, nomor yang bisa dihubungi, kosa kata penting untuk komunikasi darurat, makanan ringan ketika dipesawat dan air secukupnya. Semua barang dipack dengan rapid an dipisah-pisahkan sesuai urgensi. Missal barang2 kecil dan makanan ringan saya masukan ke dalam tas depan. Laptop dan baju ganti + alat mandi (sekali pake)karena saya harus transit 17 jam di kuala lumpur (jadi sayang kalo gak mandi ;P) lalu sisanya masuk ke dalam koper kabin. Waktu itu saya sempet was-was barangkali tas punggung dan koper kabin saya ga boleh masuk dan harus beli bagasi.. tapi alhamdulillah ternyata engga, banyakin do’a aja supaya selalu beruntung.

Oia karena jelas gak boleh bawa air waktu check baggage, jadi saya botulin kecil1 sekitar kurang dari 100 ml berupa air putih, minyak zaitun, minyak but2, dan sari kurma.. yah.. biasanya itu dibutuhkan saat saya perjalanan jauh… terus mengenai obeng, gunting lipet itu juga untung-untungan di Indonesia dan jepang gak ke sita, pasti transit di Malaysia malah kesita… T-T

Share:

Senin, Mei 18, 2015

Psikologi Kebencanaan





UGM- Senin (18/5) saya berkesempatan untuk mengikuti sharing dengan alumni Psikologi angkatan 1993 yang diselenggarakan oleh CPMH. Beliau adalah Ibu Lusi Nuryanti, M.Si (PhD candedate from LeedsBacket University). Berikut liputan live nya!

Diskusi tentang Psikologi kebencanaan adalah hal yang menarik, karena pada kenyataan ketika menjadi relawan atau pun sebagai seorang psikologi relawan kita masih kebingungan untuk menghadapi response kebencanaan sebagai seorang psikologi.
Manakah yang diprioritaskan terlebih dahulu masalah makanannya kah, traumahealing, sanitasi, kebutuhan sandang, bahkan sampai ke pembahasan dan pengadaan bilik mesra namun pada akhirnya tidak terpakai, ungkap salah satu peserta.

Peran psikologi dalam kebencanaan bisa dilihat dari Disaster Management Cycle, sambung Bu Lusi.

Management Disaster
Kebanyakan permintaan terhadap relawan atau relawan psikologi ada pada event recovery dan response. Sementara event mitigation dan preparation ada pada ranah orang geografi - geologi. Namun, bila kita lihat lebih lanjut sesungguhnya peran psikologi ada dalam semua event tersebut, walaupun aspeknya bisa spesifik ke ranah tertentu. Misal psikologi pada ranah mitigation dan pre-paration adalah ranah psikolog komunitas, response dan recovery (psikologi klinis), serta tak terlepas dari ranah lain dalam membantu mereka untuk bangkit kembali. Hal yang perlu ditekankan adalah  psikologi dibutuhkan di semua aspek selama masih ada manusia! ^^


Mari kita lihat lebih dekat!

Indonesia adalah supermarket bencana, semua bencana ada, kata BNBP lho (bukan saya--lusi.red). Mulai dari bencana kekeringan, banjir, tanah longsor, tsunami, gempa bumi, gunung meletus dsb. Indonesia pasti  kesebut di top 5, entah di bagian penelitiannya, korbannya, skala bencana, hingga faktor kerugiannya.

Sayangnya, kebanyakan publikasi dari penelitian, explorasi dan publikasi tak banyak ditulis oleh orang Indonesia sendiri. Banyak para ahli dari luar negri yang menjadikan Indonesia sebagai objek penelitian. Tapi hanya sedikit dari Indonesia! T_T

Hasil gambar untuk cultural psychology of coping with disastersAda satu buku yang memotivasi saya karena disana ada satu penulis Indonesia, beliau juga alumni dari fakultas Psikologi, judulnya cultural psychology of coping with disasters tulisan dari Bu JEP. Semoga buku ini bisa menjadi pelopor karya yang lain untuk tampil.

 Mengapa (lagi) perlu psikologi kebencanaan?

  1. Indonesia memiliki 145 gunung dengan 58 masuk klasifikasi berbahaya 
  2. Indonesia memiliki jumlah populasi yang tinggal di lereng gunung berapi (<100km) terbesar di dunia yaitu 180 juta jiwa
  3. Jumlah penduduk di lereng Merapi termasuk terpadat sedunia

Penelitian saya fokus pada bencana meletusnya merapi kemarin, saya melihat fakta bahwa perlu waktu bertahun tahun untuk pemerintah jogja mampu merekolasi para penduduk yang tinggal di lereng gunung merapi. Bahkan ada yang tetap bersikukuh tidak mau pindah.

Saya melihat betapa pentingnya adanya orang psikologi dalam pengambilan kebijakan dan memahami dinamika masyarakat yang ada. Menjadi lebih strategis lagi bila masuk bagian di BPBD
(Badan Penanggulangan Benana Daerah).

Ada lagi peserta online yang bertanya bagaimana jika psikologi itu fokus pada mitigasi bencana yang atau bencana nya disebabkan oleh manusia (man made).
Bencana yang disebabkan oleh Man made – itu ya seperti nuklir,  kalau banjir merupakan kombinasi man made dan alam, atau bisa juga seperti kejadian air asia, dsb.
Peran psikologi tidak bisa dipisah-pisahkan dalam proses mitigasi bisa berperan d keduanya baik dalam menangani perilaku manusianya maupun dengan persiapan dalam penanggulangan bencana lebih lanjut, tandas Bu Lusi.

Sharing ini sungguh menarik, tapi karena azan maghrib sudah berkumandang, maka dicukupkan saja sampai disini. Semoga masih ada sharing selanjutnya. Ciao ^^


Share:

Senin, Februari 02, 2015

Dauroh Fiqh #1





Gambar  Buku Mukoddimah Fiqh
 (cover suka-suka yang nge-print karena print e-book)

Jakarta - Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan ikut sebuah Dauroh 
(Training/Diklat) namanya “Dauroh Fiqh” bersama teman-teman Darush Shalihat (DS) 
VIII tanggal 17-27 Januari 2015 di Jakarta. Acara ini bekerjama dengan rumahfiqh
 (www.rumahfiqh.com) dan pembicaranya banyak dari pengisi website tersebut.

Banyak hikmah yang saya peroleh mulai dari awal proses sampai akhir dari 
perjalanan itu. Sayang bila tidak dituliskan ^^v. 
Saya akan menceritakan dari awal perjalanan… sok kita mulai ya… 

Share:

Kamis, Mei 15, 2014

TANPA RUH

KOSONG - Cobalah kamu tidak membaca Al Qur'an selama satu hari atau sepekan atau bahkan sebulan. Boro-boro sampai sebulan sehari saja sama sekali tidak membaca pasti ada yang hilang dalam dirimu. Lalu bagaimana dengan orang yang tidak sholat?


Entah apa yang sebenarnya yang terjadi dalam hidupku beberapa waktu ini. Aku kehilangan spiritku. Kejenuhan yang sangat melihat keadaan yang tak kunjung berubah. Mengalami rutinitas yang sama, orang-orang yang sama, dengan koreksi yang sama. Mengapa kau tak kunjung berubah?

Aku merasakan lelah untuk mengingatkan, lama sekali aku menekan tombol "mute" pada sikap bawelku. Aku ingin melihat kepedulian dari orang lain, bukan hanya aku. 
Aku ingin melihat apa yang terjadi bila aku tidak peduli. 
Apa yang terjadi ketika tidak ada gerakan.

Miris - nila setitik rusak susu sebelanga itulah yang terjadi. Begitulah umumnya orang yang seharusnya "tidak boleh salah". Menjadi teladan adalah hukum mutlak orang yang dituakan. Aku tidak menolak anggapan itu. Dan itu hal yang wajar.  
Bukti bahwa lingkungan akan mempengaruhi sosok dan sosok itu akan mempengaruhi lingkungan juga benar adanya. 
Sebenarnya, aku berharap muncul sosok baru yang dengannya menghidupkan kembali cahaya yang hilang. 
Gayung tak bersambut, memang takdir tidak bisa dipilih. Ketika kita menghendaki perubahan dari lingkungan sekitar kita, mutlak harus melalui perubahan diri kita sendiri terlebih dahulu.
Selayaknya, aku yang harus evaluasi diri untuk siapa amal ini... 

Berharap pada hasil yang terbaik, yang paling ideal, yang paling sempurna membuatku putus asa dan menarik diri dari lingkungan-kecewa. 
Tak mau berbagi adalah hal yang menyedihkan, aku sakit semakin akut. Bukanlah sakit fisik yang membuatku nelangsa kehilangan RUH-lah yang membuat hidup menjadi nestapa.

Aku baca lagi firmanNya :

Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?" Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.(Q.S. Al Kahfi 103-104) 

Haluan orientasi ini harus kembali pada jalannya, bisikku pada diriku sendiri. Nilai perbuatan kita bukan dinilai dari hasil yang diberikan oleh orang lain melalui tangan kita, tapi bagaimana melalui tangan-tangan kita inilah akan membuahkan hasil sehingga dapat dinikmati oleh banyak orang.

Terus menanam, merawat, sehingga suatu saat nanti buahnya terasa nikmat ketika dimakan oleh orang lain. Begitulah arti dari nafi'un li ghoirihi paling bermanfaat bagi orang banyak. Itulah sebaik-baik manusia.

Ruh itu akan kembali dengan sendirinya ketika kita menambah rasa sayang kita pada Allah SWT dan menyayangi orang lain, umat ini melebihi diri kita sendiri.

kalo tidak bermanfaat mengapa jua kita masih melakukannya? kalo tidak di dunia insyaAllah di akhirat. pasti.


Sumber gambar : www.langitnilai.com
Share:

Rabu, Mei 07, 2014

Himmatuhusna



Sudah lama sekali sekitar tahun 2011 lalu, aku dipertemukan kembali oleh salah seorang temanku di Jama’ah Shalahuddin. Sebuah perbincangan singkat di social media, kami saling berbagi kabar dan aktivitas saat itu. Saat itu dia sudah menikah dan terus berdakwah. Sosoknya yang aku ingat saat kami berjibaku dulu adalah dia selalu membawa buku kemana-mana. Di buku itu juga dia tuliskan
 “APAPUN YANG TERJADI TETAP TULISKAN!!!” 
 “WALAUPUN KAMU LELAH TETAPLAH MENULIS” 
kiranya begitu kalimat motivasi yang tertulis dengan huruf KAPITAL dan berulang-ulang. Pertemanan kami memang singkat, karena semangatnya menuntut ilmu dinniyah membuat kami harus berpisah sementara waktu. Kalian tau apa komentar dia saat kami berjumpa lagi dalam percakapan singkat itu...

“Kalau avis, nama sebutan yang cocok buatmu itu himmatuhusna”
“apa itu artinya?”
“semangat yang baik, avis kan orangnya selalu semangat!!!”
“hehehe...”

Percakapan itu selalu ku ingat dan akhirnya kutuliskan kembali disini, dan nama itu aku labelkan di nama drive, flashdisk, email dsb....
Namun, entah mengapa saat ini aku merasa malu. Malu karena sepertinya aku tak semangat seperti dulu. Terlalu banyak pertimbangan untuk beramal. Merasa gagal dan putus asa pada semua yang pernah dilakukan.... Akhirnya kecewa dan menarik diri. Astaughfirullah...

Betapa mudah Allah itu membolak balikan hati. Makanya:
مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ وَأَبْغَضَ لِلَّهِ وَأَعْطَى لِلَّهِ وَمَنَعَ لِلَّهِ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ الإِيمَانَ ».
“Barang siapa yang mencintai karena Allah. Membenci karena Allah. Memberi karena Allah. Dan tidak memberi juga karena Allah. Maka sungguh dia telah menyempurnakan imannya.” (HR. Abu Dawud, disahihkan al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Abu Dawud [10/181] as-Syamilah)
Sesuatu itu perlu dikembalikan lagi pada “ghoyah”nya... Allah ghoyatuna.... Ringan diucapkan tapi berat dalam amal. Kalau saat ini aku menyerah, kenapa aku menyerah? Apa setelah menyerah iman itu bertambah? Setiap tindakan dan alasan perlu kita pertanyakan kembali “apakah Allah ridho dengan apa yang kita kerjakan?”

“berlelah-lelahlah sampai lelah itu lelah mengikutimu”
 karena akhir perjuangan ini akan selesai ketika KAKI TELAH MENAPAK KE SURGANYA.

Merbabu 2013 _ dan menapak kaki dengan pasti... (izzis)

Share:

Rabu, November 13, 2013

#Uups! (part 1)

“Saya tidak tahu ini berkah atau musibah, saya hanya bisa berhuznudzon pada Allah SWT..” 
(Salim A.fillah – dalam dekapan Ukhuwah)

Kutipan itu diambil dari kisah seorang pemuda dan ayahnya yang dalam perjalanan hidupnya selalu berhusnudzon pada Allah sebelum berkomentar pada kejadian yang menimpa mereka. Pada akhirnya mereka hidup bahagia tanpa peduli pada komentar orang-orang pada setiap kejadian yang mereka alami.
Lalu mungkinkah kutipan kalimat tadi berlaku juga pada orang yang sedang jatuh cinta?
Hmmm, kalo sudah bicara cinta, adrenalin langsung naik, mata merem melek, membetulkan posisi duduk dan menyiapkan diri untuk membaca. Segitu menariknyakah bicara soal cinta?
Hahaha, jika penulis tidak tertarik mana mungkin ada tulisan ini? (uups!) Cinta itu fitroh. Agama Islam adalah agama cinta kasih yang mengajarkan kasih sayang kepada semua makhluq Allah SWT. Bahkan kepada hewan sekalipun, Islam telah memerintahkan kita berbagi kasih. Sebab syariah Islam itu hakikatnya adalah rahmat (kasih sayang) untuk alam semesta. Dalam firmannya Allah SWT menyebutkan :

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk rahmat bagi semesta alam. 
(QS Al-Anbiya': 107)

Dan seorang anak manusia bila mencintai lawan jenisnya, itupun bagian dari cinta yang merupakan karunia Allah SWT dan telah diberikan-Nya kepada kita untuk disyukuri. Sebab memang demikianlah Allah SWT ciptakan manusia dengan dilengkapi rasa cinta.


Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik. 
(QS Ali Imran: 14)

Tapi....
Rasa cinta itu  tidak salah, yang salah jika menyuburkan cinta dengan perbuatan haram. Rasa cinta itu fitrah. Fitrah itu adalah sunnatullah setiap kehidupan. Rasa cinta itu lelah. Yang membuat insan hanyut dalam fikiran dan perasaan. Seperti Rasulullah yang mencintai umatnya, hingga dalam sakaratul maut pun umatnya disebut sampai tiga kali. Rasa cinta itu indah. Yang akan lebih indah dengan ikatan pernikahan.

Hmmmm, lalu bagaimana ya?

Jika ada laki-laki yang  sok perhatian, sok jadi kakak karena ga punya adek, sok jadi saudara karena anak tunggal, sok jadi pahlawan karena penggemar superhero, sok amanah karena semua jadi dialibikan “ini persoalan amanah, pekerjaan dsb”, akhirnya ga masalah melanggar jam malam “karena ini amanah! Penting! Ini soal tugas, PKM, dari tadi ga sempet mbahas karena kuliah, praktikum, laporan dsb...” upsss! Hati-hati jika semua sudah dijadikan alasan, bahkan diri sendiri menjadi “PEMBENARAN” bukan “KEBENARAN”.
Jadi perempuan harus hati-hati jangan keGR-an, bisa jadi memang seperti itu karakternya, dia berperilaku seperti itu pada setiap perempuan, adek kelasnya, temannya, teman dari temannya dsb. Selisik baik-baik, timbang-timbanglah dari dirimu sendiri. Karena dirimulah yang mengizinkan hadirnya, bukan orang lain. Dirimulah yang mengizinkan kenikmatan awal berlanjut kenikmatan haram karena bukan pada tempatnya. Dirimulah yang mengizinkan simpati menjadi empati, empati yang mempengaruhi hati, hingga nafsu pun seakan menjadi Cinta! Wah setan dah seneng bgt tuh, memperindah hal hal yang sebenarnya sama sekali tidak indah.

Berikunya saya ganti subjek perempuan dengan kata akhwat. Mengapa? Definisi akhwat disini adalah seorang perempuan yang dilegitimasi rajin belajar agama dan memiliki lingkungan yang Islami.  Subjek ini menjadi lebih menarik karena setiap orang menginginkan pasangan yang se-irama, se-paham, sehingga aktivitas dalam membangun agama/dakwah ini mudah terkena penyakit VMJ, upss! Hati-hati jika niat karena Allah sudah berganti karena si do’i, datang menjenguk teman karena ada dia, syuro karena ada dia, diskusi karena ada dia, TPA karena ada dia. Apalagi kalo dia ga datang kamunya kecewa. Wah, wah, harus terapi hati nih.

Hmmmm,............................tenangkan diri, ambil nafas dalam-dalam........ keluarkan pelan-pelan...................hembuskan......

Lalu mana yang harus lebih menjaga? Akhwat ? si perempuan tadi? Ato ikhwan si cowok jagoan?
Sebagai seorang perempuan, semoga saya juga termasuk orang yang menjaga (mohon diluruskan ketika saya khilaf ). Menekankan bahwa akhwatnya yang harus kuat.
Jika seorang perempuan lemah dengan hatinya, dengan komitmennya, dengan keputusannya, dengan penjagaannya, dengan imannya. Akan muncul celah-celah yang menjadi rapuh, dan mudah sekali menjadi larut selanjutnya  “modus” dan “alibi” yang menjadi bukti.

Sementara ikhwan, juga sudah mampu, menikah saja tidak masalah, silakan, itu lebih baik bagimu, jika tidak mampu silakan berpuasa dan tutup pintu rapat-rapat. Sudah ada haditsnya toh?
Namun, banyak kejadian yang membuat saya menghela nafas. Seringkali muncul berbagai reaksi yang bermacam-macam menghadapi kasus VMJ ini.
Beberapa kasus yang terjadi membuat saya mengkategorikan tipe perempuan dalam menghadapi “cinta” menjadi beberapa kriteria :

1.      Akhwat Ngeyel

Sudah tahu harusnya gimana, sudah kembali diluruskan baiknya seperti apa. Tetap aja suka bermain api, tetep ngumpul barenglah, alibinya banyak mulai dari ngerjain tugas, PKM, rapat, survei, hanya dia yang bisa dimintai tolong dsb. Busyeet dah! Kami hanya bisa melihat apa yang dzohir , yang nampak, urusan hati urusanmu sama Allah, tapi jika yang kami lihat adalah kamu menikmatinya, apa masih mau mengelak “saya gak suka, kami hanya berteman biasa”. Uppsss! Hati-hati loh!

2.      Akhwat Mlipir
Namanya juga mlipir pasti itu dipinggir, sewaktu-waktu ga apa-apa melanggar aturan, toh juga ga gitu-gitu banget. Ya kayak kita berkendara, baru kapok kalo lihat orang mlipir terus ketabrak. Uupps!
Maksudnya adalah dia berada dipinggiran antara dua alam. Ada temennya begini begitu didiemin aja, males ga urus, terkadang juga ngomporin, nantangin, manasin, nyomblangin. Tapi akhirnya juga lepas tangan dari hal itu, itu kan pilihanmu! Hidupmu! Jadi ya terserah lu. #apatis deh sebenarnya.
Artinya dia juga apatis sama yang namanya cinta, #apasih! G bs dimakan,hoho.  Hanya Allah yang bisa membolak balikkan hati dan memberi hidayah.

3. Akhwat Anggun

Akhwat yang tetap manis, menawan, adem ayem, nurut, tetap komunikatif, rajin kajian, amal yaumiahnya juga baik, amanahnya beres. Tapi ternyata dia diam-diam memiliki laki-laki idaman ato main hati dengan lawan jenis,uUPPsS! Ko bisa? Namanya juga manusia, kalo ga punya nafsu namanya malaikat! Cuma satu hal yang dia ingkari adalah bahwa Allah mengetahui segala kejadian yang ada di dunia, termasuk juga isi hati, termasuk juga kejadian yang sembunyi-sembunyi, kita juga tidak bisa membohongi diri sendiri bahwa Allah sebaik-baik saksi. Na’udzubillahi min dzalik.

4. Akhwat Judes

Akhwat tipe seperti ini biasanya malas sama partner yang lelet, apalagi ikhwan, ikhwan kok lembreto. Jadi dia gak mau ambil pusing dengan permasalahan hati, yang penting kerjaan beres. Lebih dominan, nakutin kalo lagi marah, dan biasanya tegas kalo ada yang ketahuan VMJ, jadi banyak temen-temennya yg g bebas juga kalo mau curhat. Hanya bisa takluk pada orang-orang yang “lebih” daripada dia.

Ke empat tipe ini adalah tipe ekstrim extra lebay, dan mungkin hanya beberapa orang yang mutlak memiliki tipe seperti ini, tapi gak sedikit juga yang merupakan gabungan dari beberapa tipe ini.
Tipe ini berlaku juga untuk ikhwan, sama saja, hanya cara bereaksinya saja yang berbeda.

Adakah darimu yang mirip dengan tipe di atas?

Tulisan ini dibuat memang untuk memberi peringatan, dan kabar gembira. Jikalau ada yang tersungging eh tersinggung karena tulisan ini bersyukurlah bahwa artinya hatimu masih peka antara kebenaran dan kebatilan, kalo gak salah kenapa hrs tersinggung? Jikalau tidak memberi pengaruh apa-apa ya semoga bisa memberi pengaruh bagi yang lain dan membuat kita lebih dekat pada cintaNya.


Pada akhirnya saya mohon ampun pada Allah, karena saya juga manusia yang tidak lepas dari salah dan jauh dari sempurna, sama-sama mari kita mengobati hati agar selalu menumbuhkan iman dan cinta karenaNya. insyaAllah akan saya bahas di tulisan ke dua.

Have barokah day :)

Maraji’:
Al Qur’anulkariim
Fiqh Sunnah 2 -  Sayyid Sabiq
Dalam Dekapan Ukhuwah – Salim A.Fillah
Mencari hikmah yang tercecer di tengah kehidupan


Share:

Rabu, Oktober 02, 2013

2007-2013


KEPASTIAN ITU ADALAH KETIDAKPASTIAN ITU SENDIRI


Kemarin dari hari ini aku mendapatkan 3 sms yang membuatku bahagia

- esemes pertama -
mbak hari ini jam 9 aku seminar pra pendadaran. 
Do'anya ya mbak, saling mendo'akan :)
(1 oktober 2013, 05:33)

- esemes kedua -
Assalamu'alaykum, mba insyaallah saya pendadaran bsk rabu jam 1 siang. 
mhn do'a untuk kelancaran, kemudahan, kebarokahan sidang skripsi saya.
terima kasih atas dukungan dan do'a selama ini :)
(1 oktober 2013, 07:33)

- esemes ketiga -
alhamdulillah nih mba, hari senin kemarin udah acc, sidang skripsiku 
terjadwal tgl 10 oktober 2013. Mohon maaf atas segala kesalahan, mohon diikhlaskan atas sgala kurang berkenan. mhn do'anya agar diberi kemudahan, kelancaran dan hasil terbaik. semoga do'anya berbalik pada yang mendo'akan. cups :*
(2 oktober 2013, 09:51)

Pada saat bersamaan DPS ku yang baik hati tiba tiba sms :

ass. bgmn kabar mu? skripsi siap ujian?
(1 oktober 2013 , 08:38)

Rasanya bahagia sekali mendengar kabar - kabar ini... menjadi penyengat tersendiri bagi saya. apalagi ketika sudah diduga sebagai "avis lulusan psikologi to? mau tanya ini tentang penyakit mythomaniac? (sms dr sahabat) " >,>

aamiiin

saatnya giliranku menjemput takdir ku tahun ini

bismillah, BISA!


#masih galau mau ke jakarta weekend ini, jadi ga ya? 
#di tengah rehat menunggu RAMEN (rapat manajemen)




Share:

Minggu, Agustus 04, 2013

SURAT WASIAT



Umurku saat ini hampir 24 tahun, di usia perkembangan dewasa tengah ini sebagian besar orang sewajarnya memikirkan bagaimana mencari pasangan hidup, membentuk keluarga, beregenerasi dan hidup mandiri di lingkungan masyarakat, dsb.. karena memang begitulah sunnatullah yang akan berjalan.
Namun, ketika memikirkan bagaimana akan menikah sama halnya saya berpikir bagaimana maut itu akan menjemput. Dua hal ini memiliki persamaan : pasti datangnya tapi tidak tahu kapan. Betul?
Maka yang bisa kita lakukan adalah menyiapkan diri bertemu Sang Khalik dalam kondisi terbaik (khusnul khotimah.red). Menikah juga sama, amanah menggenapkan separuh dien bukanlah hal yng sembarang, jika dien kita telah disempurnakan pastinya lebih banyak amal yang kita tunaikan bukan hanya basa basi cinta membentuk peradaban. Jadi amanah itu pasti akan datang sendirinya, ketika kita siap memikul amanah Allah itu. Betul?
Kembali pada topik “surat wasiat”, saya hanya ingin berpesan bila sewaktu-waktu, masa saya telah habis, sementara masih ada hak saudara yang belum terpenuhi. Maka tolong bantu saya untuk memudahkan jalan menuju alam lain dengan lebih mudah, saya tidak mau berlama-lama di masa tenggang. Jadi bismillah...inilah pesan saya :
  1. Tolong rawat jasad saya, jangan biarkan aurat saya terlihat oleh orang yang bukan muhrim. Langsung saja laksanakan prosesi perawatan jenazah pada umumnya, dan menyiapkan lokasi peristirahat terakhir, tidak tempat khusus harus dimana, dan juga tidak harus menunggu saudara yang datang.   The sooner is better untuk dikebumikan. 
  2. Tolong ingatkan para pentakziah untuk ikut serta mensholati saya, karena itu sunnahnya, mohonkan do’a pada yang tidak bisa hadir di pemakaman saya.
  3. Tolong maafkan salah saya (terutama pada kedua orang tua dan adek3 saya dan keluarga besar serta teman-teman) saya dan mintakan maaf juga pada orang-orang yang sering berinteraksi dengan saya, teman – teman saya  mulai dari saya kecil sampai saat kematian saya itu.
  4. Tolong selesaikan juga muamalah saya saat itu (segala bentuk hutang piutang dan pinjaman barang). InsyaAllah saya tidak ada utang pribadi, jika ada tolong diingatkan atau diikhlaskan, sementara catatan keuangan lembaga dan kumpulan yang saya ikuti ada di notebook harian saya). Barang-barang yang bukan milik saya,  berada di “kotak peminjaman” di kamar saya di jogja, disana sudah ada keterangan milik siapa dan CP-nya, minta tolong dikembalikan kepada pemiliknya .
  5. Saya memiliki tabungan dan hak waris saya tuliskan atas nama adek saya Istata Luqman Adicahyono, pembagian waris silakan dibagi sesuai hukum Islam dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sementara tabungan “kencleng” saya bisa disedekahkan ke Palestina atau tempat lain yang lebih membutuhkan pada saat itu (silakan bisa dimusyawarahkan
  6. Barang-barang pribadi milik saya HP, LAPTOP, SEPEDA MOTOR, BUKU-BUKU dan barang-barang lainnya silakan dipakai atau dijual semoga bisa lebih bermanfaat, keputusannya silakan diambil dengan musyawarah keluarga.
  7. Bila saat saya meninggal itu saya belum jadi menerbitkan buku, minta tolong terbitkan buku karangan saya itu semua data ada laptop, silakan diberi tambahan sesuai dengan kebutuhan, semoga bisa menjadi amal jariyah saya dan yang membuat sampai hari kiamat nanti. Minta tolong berikan semua foto-foto saya beraktivitas saat hidup pada keluarga saya.
  8. Sekali lagi tolong ikhlaskan kepergian saya, maafkan kesalahan saya, dan do’akan selalu agar mendapat keridho’anNya. Semoga yang ditinggal bisa lebih sabar, dan tetap melanjutkan CITA nya hingga akhir hayat..
  9. Terakhir, saya mencintai kalian semua karena Allah, keluargaku di magelang Bapak, Mama, Luqman, Ical, mba Dwi, Mba Mira, Dimas, Budhe, Pakdhe, Bulek, Khusnul, Ridwan, Lutfi, Ilhan, Rehan, Radya, Rangga, Mas Tunggal, om yawan, mb nita, ambing, ili, dan Keluarga di kaliangkrik, Mbah ti, mak yat, pak dim, dek agis, mbak na, mba ika, pendi, candra, caca, rafa, tata, dava , mas sugi, mas dwi dan keluarga bani wiryo semoga semakin sejahtera.                                                  Teman teman avis dari kecil, teman sepermainan, cah SD 6, cah spenasa, cah rantja, drumband, pmr, cah Smansa, cah oSis, sibema, cah karisma, Komunika,  teman-teman liqo dari awal sampai saat ini, murobbi-murobbi avis, cah JS, cah forsalamm, cah pejuang 07, cah psikologi, cah kosan “wafa”, cah karang wuni, cah Asma Amanina, cah etos, cah FSLDK . semoga bisa istiqomah menggapai Jannah. Semoga kita bisa bersua kembali di SURGA... 
  10. Tetap jalin silaturahim dengan do’a .... sebagai ekspresi rindu ^^
Allahu’alam bishshawab

Tulisan Awal : 26 Ramadhan 1434 H
Share: