ISLAM adalah
agama rahmatan lil ‘alamin. Mengatur urusan individu, masyarakat, negara
bahkan dunia. Ustadz Hilman Rosyad pernah menyampaikan dalam twitternya
@ustadzhilman tentang “Pentingkah dunia bagi kita umat Islam?” bahwa kita
(muslim) mesti merebut kembali dunia ini dalam naungan Islam. Allah SWT
tegaskan tugas kemanusiaan kita dalam QS 2:30 agar menjadi khalifah di dunia
untuk merawatnya, mencegah kerusakan & merecovery-nya. Dan umat Islam
paling bertanggung jawab atas kondisi dunia ini, dimana maksiat semakin meraja,
dan dipimpim oleh kaum kuffar dan dzalim. Allah SWT juga mengutus Muhammad saw
agar kita menjadi umat penabur kasih dan menjadi rahmat bagi semesta alam. Jika
individu mengatur dirinya dengan Islam (baca taqwa : melaksanakan perintah dan
meninggalkan laranganNya) dalam tingkah lakunya maka Islam akan menjadi rahmat
pada dirinya. Jika Masyarakat mengatur urusannya dengan Islam maka Islam akan
menjadi rahmat pada masyarakat tersebut. Begitupun juga Negara dan Masyarakat
Dunia akan menerima rahmat penduduk negerinya jika urusan-urusan dunia tersebut
berpanduan pada Islam. Jadi wujud rahmatan lil alamin itu merupakan proses
Islamisasi dari individu sampai masyarakat dunia, jika saat ini belum tercapai,
maka kewajiban kitalah untuk mewujudkannya.
Rabu, Maret 20, 2013
Minggu, Januari 27, 2013
Dari Rumah Cahaya menuju Rumah Cinta (bag.3-selesai)
“laa ta’mannaa ‘alaa yusuffa...” suara santri serempak membacakan salah satu bacaan ghorib dalam Al-Qur’ran.Untuk wisuda nanti ada sesi semacam khataman, tapi kami tidak membaca keseluruhan 30 juz, hanya juz 30 saja dari at-takasur sampai selesai, ditambah ayat-ayat pilihan dan do’a. Namun, karena kami membacanya bersama-sama jadi perlu latihan agar nyaman bila didengarkan.“Assalamu’alaykum...” sapaku,“Wa’alaykumsalaaaam....” jawab teman-teman.“sini vis, sinii..kamu baris sebelah sini..”celetuk mb evi dan alifah bersahutan.“waaah, tugasku ngapain aja nih, yang jelas besok aku manuut aja ya... hehe”
Dari pengarahan mba puji
besok saat wisuda urutannya seperti ini, santri dipanggil satu per satu menuju
panggung sesuai urutan baris saat ini, kemudian bersama-sama mengucapkan salam
baru duduk, setelah itu baru membaca surat at-takasur sampai selesai,
dilanjutkan do’a, membaca ghorib dan satu per satu menyebutkan hukum tajwid sesuai urutan.
Kemudian baru perwakilan santri maju ke depan untuk presentasi makalah.
“Insyaallah besok Jumat sore kita gladi bersih di aula perpustakaan fisipol UGM bersama Bu Alfi,” tambah mba puji sebelum pengarahan di tutup.
Aku masih mencoba memasukkan aura-aura yang sama agar bisa seirama
dengan teman-teman untuk acara ini, lebih dari sebulan kami merencakannya,
semoga kami bisa memberikan yang terbaik, begitulah yang selalu ditanamkan ke
para santri. Kami mencoba menghargai 2 tahun kami belajar di Asma Amanina, dan
harapannya ilmu yang kami dapatkan ini barokah serta keluar dengan husnul
khotimah.
Bukan untuk orang tua kami yang datang agar bangga melihat kami,
bukan pula untuk menghibur para tamu dengan persembahan kami, ataupun pun agar
dipuji oleh para penguji saat khataman besok. Tidak. Kami semua berusaha
bersyukur pada Allah atas semua nikmat yang telah kami terima disini dan
berterima kasih pada para pemandu, guru, dan asatidz yang telah sabar membina
kami. Kesungguhan kami untuk berlatih dan berusaha melakukan terbaik yang bisa
kami lakukan adalah hadiah terbaik untuk mereka.
“aviiis, kamu sudah punya foto belum..?” tanya yessy“hah.!? Foto buat apa e?” ku balik bertanya.“ahh, kamu nih kebanyakan pergi sihh,,”tegurnya “ini lho foto buat ditampilin buat besok sama buat ijazah..” tambahnya“hehe,, iya ya yess, meh melu po?hoho.. wah aku gak punya fotoe” jawabku sambil bergurau“yaudah kalo gitu, ayo ke mushola, yang pada gak punya foto, kita foto dulu, kamu siap2 ya!!” perintahnya“oke bos!” jawabku
Aku belum pernah wisuda, jadi sangat menikmati persiapan-persiapan
ini, mesti pakai ini itu, kalo gak ada ribut deh cari pinjaman, dan tak terasa
esok adalah hari H wisuda.
***
Dari Rumah Cahaya menuju Rumah Cinta (bag.2)
oh ya, saat ini aku sedang menyambut tamu dari manajemen pusat, dan kita semua sedang dalam perjalanan menuju lokasi tempat forum manajemen diadakan.“belum tahu pak, hehe” jawabku jujur. “apa mbak un? tanyaku polos,“wah gimana ni mba uni, segera ditransfer dong, biar tahu visi besar kita!” kelakar pak agus sambil tertawa-tawa.sambil menyodorkan HP nya untuk ku baca mbak uni menjawab, “ini lho piis, bisa dilihat di webnya etos,hehe..”“Ooo...yaya” ku jawab dengan lemah dan kembali diam menerawang.
Semalam an itu kuberusaha
menjadi anak baiknya, yang diam, mendengarkan, dan mencoba memahami apa yang
dibicarakan di forum itu, mengenai perkembangan etoser, bagaimana perkembangan
IP mereka, perilaku di asrama, prestasi-prestasi yang mereka goreskan, bagaimana
mereka mencukupi kebutuhan finansial mereka, dan agenda-agenda sosial yang
mereka kerjakan, serta apa yang sudah
manajemen lakukan untuk meningkatkan
kualitas mutu pembinaan dan bla
bla bla.
Aku memandang gelisah jam
yang saat itu sudah menunjukkan pukul 21.30 tapi sepertinya forum
belum jua akan berakhir. Akhirnya dengan
terkantuk-kantuk pukul setengah 12 malam
kami tiba di Asrama Etos Pandega, cukup menjadi rekor pertamaku dengan
status masih menjadi santri yang melanggar
jam malam. Semoga melewati
jam malam ini bukanlah tanda kefuturan
pikirku menghibur diri.
Dari Rumah Cahaya menuju Rumah Cinta (bag.1)
“vis gimana, mau jadi pendamping etos ga?kondisi intan saat ini tidak mungkinuntuk menjadi pendamping”
sebuah sms masuk meloncati jarak dan waktu KKN ku di lereng merapi ini. Hingga ia membawa ku
pergi menerwang jauh kehidupan yang belum ku ketahui bagaimana akan melaluinya.
Hal yang ku lakukan pertama kali setelah
mendapat sms itu adalah meminta pendapat ibu. Ditambah dialog keluarga yang akan
menghasilkan musyawarah untukku,
akhirnya saat bapak, ibu dan adek menjengukku mama mengatakan “gakpapa vis, barangkali kamu di etos akan
memberikan pembelajaran bagimu”. Baiklah
setelah wisuda Asma nanti aku akan melanjutkan untuk lagi-lagi tinggal di
asrama, tapi kali ini dengan posisi yang berbeda, menjadi pendamping.
Jumat, Januari 11, 2013
ANGIN MAMIRI
Sekali lagi, hari ini (11/1) ku me-rapat
kembali di tanah angin mamiri, makasar.
Suasana bandara yang rame, angin sejuk
yang berhembus, tulisan BANDAR UDARA
INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN yang masih sama untuk tak membuat kami tergiur
mengabadikan diri. Sungguh, angin perjuangan itu kembali berhembus, menerawang
jauh pada kejadian sekitar 3 tahun lalu, desember tahun 2009. Hmm,...
serasa baru saja terjadi kemarin.
Kamis, Desember 27, 2012
Diizinin gak ya...?? (-.-)'
Selamat pagi tweeps! Pagi2 gini sy pengen aja bahas soal adab dlm pendidikan. Knp adab itu penting? krn ia bagian dari bangunan peradaban itu sendiri #adab.
"Andai tidak ada orang-orang berilmu niscaya manusia takkan jauh beda dengan binatang." (Hasan Al-Bashri)
1. #adab mencari ilmu itu ada banyak: adab thd ilmu itu sendiri, pd guru, pd murid, adab izin, adab dlm majelis, adab bertanya, adab berpendapat dsb.
2. Akhir2 ini byk kejadian yg mbuat sy kesal, yaitu mengenai adab izin. ya mungkin saja hal ini mrpkn akumulasi dr byk kejadian, bisa jd krn blm paham,lupa ato mmg sengaja krn sdh mjd tabiat. #adab
3. #Adab izin/ADAB AL-ISTI’DZAN, sekilas meminta izin tampak sepele, apalagi kalo sdh memiliki paradigma “izin gak izin sama saja kan gak diizinkan”, wah gawat sekali tuh
4. Hal yang tampak kecil ini #adab, memiliki pengaruh besar pada kedisiplinan, keteraturan, kejelasan kabar dan informasi dsb. Hal itu sgt diperlukan dlm proses pendidikan
5. Agar kegiatan pembelajaran ini dpt berjalan dgn lancar, terevaluasi&efektif. Coba saja semua org tidak komitmen dg #adab ini, dunia akan semrawut krn berjalan seenaknya sendiri
6. Allah SWT di dalam Kitab Nya yang suci, telah mengatur hal ini, baik sbg #adab dlm hubungan sosial kemasyarakatan seperti Etika, lafadz dan cara meminta izin
7. Meminta izin utk menghindari pandangan (yg dilarang), meminta izin d tempat2 umum, Meminta izin ketika akan keluar majelis (eg.kuliah). #adab
8. Sampai kepada hal yg terkait dg urusan yg sulit, seperti saat peperangan, jihad atau kerja besar lainnya #adab
9. Dimana posisi menuntut ilmu? Syaikh Abdurrahman As Sa'di berkata, "Diantara jihad yang paling agung adalah meniti jalan ilmu dan mengajarkannya,..#adab
10. krn sibuk dg ilmu bila niatnya lurus tidak ada amalan yg dpt mengimbanginya. Dg ilmu, agama menjadi hidup, orang2 bodoh menjadi terbimbing, ..#adab





